Sebagai warga desa saya
sangat mafhum dengan anggapan masyarakat di desa saya bahwa kalau sudah
berurusan dengan kantor (instansi/badan berplat merah) ya pasti nanti UUD,
ujung-ujngnya duwit. hehe. Bahkan bisa jadi itu sudah menjadi pini publik.
Tudingan miring tersebut bukan asal bicara. Hal ini dikarenakan pengalaman
dialami tidak sekali, kemudian saling ce. beberapa karena ditipu dengan jasa
layanan, tertulis biaya admnistrasi 10.000 ternyata bayar total 30.000. Tidak
ada tulisan pungutan, eh saat petugas sudah memberikan yang kami butuhkan
mereka malah menagih biaya ganti. Saat ditanya untuk apa, jawab petugas uang
adminstrasi lahuang lelah pak!. Petugas tersebut menjawabnya pun dengan gaya
lelah dan mengernyitkan dahi, sehingga membuat ciut nyali untuk complain.
Ada lagi model klasik,
praktek busuk perekrutan. Saya yang menjalani berbagai macam tes masuk tenaga
di lembaga milik negara , selalu tidak lepas dari desas desus, kalau pengen
ditrima harus bayar sekian puluh juta! itupun masih antri. Dan saat pengumuman,
nyata-nyata yang diterima tidak jauh dari sanak saudara penduduk kantor dan
mereka yang menyuap (katanya). Meskipun tidak bisa membuktikan secarapasti,
saya rasa itu sudah jamak terjadi dan bukan rahasia umum lagi. Dan masih banyak
sekali tentunya model-model praktek kekotoran yang lain.
Maraknya kasus Korupsi,
Kolusi, Nopetisme (KKN) semacam ini di negara kita terjadi begitu mengakar dan
turun menurun. Sehingga kesadaran untuk terbebas dari jeratan KKN sudah banyak
dingengungkan oleh banyak pihak sejak bergulirnya reformasi. Dibentuknya Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) diantara langkah besar negara kita dalam
pemberantasan KKN. Walaupun ternyata dalam perjalanannya sungguh ironis.
Meskipun fakta KKN sudah banyak dibongkar dan diadili, tetap saja kasus berbau
KKN santer terjadi dilakukan dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Bahkan
yang terbaru lembaga yang menjadi payung hukum tertinggi negara kita ternyata
juga tersangkut kasus KKN.
Hal inilah yang lantas
membuat kepercayaan masyarakat pada negara benar-benar rendah. Baik kepada
pejabatnya maupun lembaga/instansi/badan usahanya. Masyarakat cenderung
merasakan kenyamanan lebih pada pelayanan pihak swasta. Namun meski begitu
terdapat meskipun tidak banyak, lembaga negara yang berusaha konsisten dan
intensif untuk menjadikan lembaganya bersih dari KKN. Diantara contoh yang top
yaitu gebrakan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Konsistensi Program PLN
Bersih
Sebenarnya ada banyak
lembaga/perusahaan negara yang mendengungkan anti KKN, tapi yang dalam konsep
dan fakta lapangan tidak seserius dan sekonsisten PLN. PLN
merupakan lembaga yang bergerak pelistrikan. Berbagai macam hajat kebutuhan
umat menyangkut dengan institusi ini. Tidak hanya masyarakat yang punya
perushaaa saja yang punya Bila tidak bijak dan bersih tentu amat rawan akan
terjadi korupsi disana.
Konsistensi PLN ini kemudian mendapat apresisasi oleh
Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK). Sehingga dalam sebuah workshop international
anti korupsi dan gratifikasi yang digelar KPK dan Transparansi International
Indonesia (TII), PLN diberi kesempatan
untuk memaparkan tentang sistem pemerantasan korupsi yang telah dilakukan di
perusahaannya. Direktur Utama PLN, Nur
Pamudji lantas didaulat untuk mewakili PLN
dalam yang bertempat di Medan, 24 25 Juni 2013 itu.
Nur Pamudji memaparkan, PLN adalah perusahaan besar yang tiap tahun
membelanjakan uang hingga Rp 50 triliun. Situasi ini sangat berpotensi
memunculkan tindak korupsi, baik skala besar maupun kecil. Skala besar dalam
hal pengadaan barang dan jasa, skala kecil dalam hal pelayanan pelanggan,
seperti tidak transparannya biaya transaksi listrik.
Dinyatakan bahwa sebagai
upaya mencegah dan memberantas korupsi kecil harus ada pernyataan dari pimpinan
perusahaan bahwa korupsi kecil itu dilarang. Bahwa menerima suap itu korupsi.
Pernyataan (larangan) ini sudah dimulai pada saat pak Dahlan Iskan memimpin PLN tahun 2010, ujarnya.
Selanjutnya, PLN membangun sistem yang membuat pelanggan
sebisa mungkin tidak bertemu dan bertatap muka dengan pegawai PLN. Namanya Contact Center PLN 123 (CC PLN123).
Mengapa namanya 123? Karena bila kita punya pesawat telepon diputer 123 akan
diteruskan ke CC PLN123. Dimana saja di
seluruh Indonesia pasti tersambung ke CC PLN
jelas Nur.
Semua kebutuhan sambung baru dan tambah daya itu dilayani melalui CC PLN 123, sehingga tidak perlu ada kontak muka dengan petugas PLN. Untuk yang memiliki akses internet, PLN juga menyediakan akses khusus pengguna internet. Tentang pembayaran listrik dan pembayaran layanan, dulu pelanggan bayar melalui loket-loket PLN. Sekarang loket tersebut sudah dihapus.
Semua kebutuhan sambung baru dan tambah daya itu dilayani melalui CC PLN 123, sehingga tidak perlu ada kontak muka dengan petugas PLN. Untuk yang memiliki akses internet, PLN juga menyediakan akses khusus pengguna internet. Tentang pembayaran listrik dan pembayaran layanan, dulu pelanggan bayar melalui loket-loket PLN. Sekarang loket tersebut sudah dihapus.
Begitu pelanggan telepon
ke PLN, dia akan mendapat kode nomor
layanan, kemudian pelanggan pergi ke ATM atau bank dengan menyebut kode itu
maka pembayaran terkait transaksi listrik itu bisa dilakukan. Karena kita
membayar lewat ATM atau bank maka angka rupiah yang harus dibayar pasti. Kalau
sambung baru listrik nilainya 600 ribu rupiah ya angkanya 600 ribu rupiah,
nggak bisa diubah-ubah karena itu ada di ATM dan ada di bank”, tegas Nur. Efek
dari sistem ini, pelanggan menjadi tahu dan menutup peluang untuk memberikan
suap atau pelicin kepada petugas PLN.
Ciptakan Logo PLN Bersih
Inisiatif pemberantasan
korupsi di PLN juga disimbolkan dengan logo
PLN Bersih No Suap. Sebagai
pesan yang sangat jelas ditujukan kepada para pegawai PLN dan para stakeholder PLN bahwa PLN
bertekad dan berniat mene-gakkan anti korupsi.Logo ini kita cantumkan
dimana-mana di kantor PLN, mudah-mudahan
bisa mengingatkan pegawai PLN sendiri atau
pelanggan PLN, untuk tidak memberikan
gratifikasi dan pegawai PLN untuk tidak
menerima gratifikasi, ungkap Nur Pamudji.
Terkait korupsi pada
proses pengadaan barang dan jasa, Nur Pamudji mengaku lebih suka menyebutkannya
dengan istilah inefisiensi. Saya susah menyebutkan korupsi atau bukan korupsi.
Karena kalau dilihat secara legal semua aturan dipenuhi, tetapi harga barang
dan jasa yang didapatkan perusahaan menjadi lebih mahal, ujarnya.
Nur berkisah, sebuah email
dari bank Dunia menyatakan bahwa harga trafo yang dibeli PLN masih jauh lebih mahal dari harga
perusahaan sejenis di negara-negara ASEAN seperti Phililipa, Singapura atau
Vietnam. Setelah diselidiki, ternyata prosedur di PLN membolehkan pembelian barang yang
jelas-jelas barang teknik seperti trafo dapat melalui perusahaan-perusahaan
kecil. Yang kadang-kadang kantornya pun tidak punya. Kantornya hanya sebuah tas
saja. Ini tidak pantas, ungkapnya.
Kemudian PLN mengubah tata cara pengadaan trafo,
membeli dari pabrik trafo seperti Siemens atau Alstom. Sekitar tahun 2010,
dengan menerapkan cara baru ini, harga pembelian trafo turun menjadi
setengahnya. Dari Rp 110 miliar turunmenjadi Rp 67 miliar per buah, hanya
dengan mengubah cara pembeliannya saja. Tapi kalau KPK mengecek apakah harga
yang Rp 110 miliar itu me-langgar aturan, maka jawabannya tidak. Semuanya
memenuhi aturan, tata cara-nya bagus. Tetapi hasilnya mahal.Yang Rp 67 miliar
juga sama-sama memenuhi aturan, paparnya.
Transparency International Indonesia (TII); Mitra Yang Tepat
Transparency International Indonesia (TII); Mitra Yang Tepat
Untuk mewujudkan PLN yang bersih, langkah lain yang dilakukan
oleh PLN dalam mewujudkan program PLN Bersih adalah dengan
bekerja sama dengan Transparency International Indonesia untuk mensupervisi
program PLN Bersih. TII
dikenal sebagai salah satu lembaga yang kuat komitemennya dalam upaya pemberantasan
KKN di Indonesia.
Kerjasama ini dijalin
sejak setahun yang lalu, yaitu pada saat Dirut PLN
Nur Pamudji dan Ketua Dewan Pengurus TII Natalia Subagio menandatangani nota
kesepakatan kerjasama PLN TII pada 6 Maret
2012 di Kantor PLN Pusat. Kerjasama ini
bertujuan untuk lebih memastikan, bahwa PLN
dalam menjalankan usahanya menyediakan listrik bagi masyarakat luas,
sungguh-sungguh menerapkan praktek GCG dan anti korupsi. Kerjasama yang
dibangun meliputi reformasi dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta
reformasi di sisi pelayanan pelanggan.
Alasan untuk memilih
bekerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII), karena TII
merupakan salah satu chapter Transparency International, sebuah jaringan global
NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada
lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil. Bersama
lebih dari 90 chapter lainnya, TII berjuang membangun dunia yang bersih dari
praktik dan dampak korupsi di seluruh dunia. TII memadukan kerja think-tank dan
gerakan sosial. Di samping itu, TII juga mengembangkan Pakta Integritas sebagai
sistem pencegahan korupsi di birokrasi pemerintah.
Beberapa inisiatif yang
telah dilakukan PLN bekerjasama dengan TII
dalam upaya melakukan tindakan anti korupsi, yaitu membuat sistem pelayanan
yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan
pegawai PLN. Melakukan perubahan aturan
pengadaan barang dan jasa.
Membuat sistem penanganan
keluhan pelanggan, membangun whistler blower system bagi karyawan PLN, memudahkan karyawan yang ingin
menyerahkan barang terindikasi gratifikasi, dan melakukan multi stakeholder
forum dengan mendeklarasikan bersama untuk tidak melakukan suap.
Pelibatan Blogger, Sebuah
Langkah Cerdas
Gaung slogan PLN Bersih ini semakin
terdengar. Hari Listrik Nasional menjadi momentum untuk mensosialisaikan
program PLN Bersih kepada
masyarakat. Pada Jumat malam 4 Oktober 2013 di di NUTZ Culture Sports Bar and
Lounge Senayan City Mall, PT PLN Persero bekerja sama dengan BLOGDetik meluncurkan program Blogger Dukung PLN Bersih.
Perjuangan melawan korupsi
harus dilakukan di berbagai lini masyarakat. Ini agar isu korupsi menjadi musuh
bersama rakyat, bukan aktivis LSM saja, terang Sekjen TII, Teten Masduki.
Dengan jumlah anggotanya yang sekitar 2,7 juta serta sifatnya yang lintas
batas, potensi yang dimiliki komunitas blogger
sangat besar. Terutama dalam mendorong gerakan sosial melawan korupsi semakin
kuat di pemerintahan yang korup ini, lanjut Teten.
Upaya kampanye PLN Bersih dengan mengadakan
lomba menulis blog bagi para blogger
juga merupakan langkah strategis dalam perwujudan slogan PLN Bersih. bagaimanapun blogger mempunyai peranan penting dlam
pembentukan opini publik. Bila ternyata pasca pengkampanyean PLN bersih dari korupsi, ternyata hasilnya
berbanding terbalik maka tentu resiko PLN
sangat besar. Blogger yang notabene
dihuni oleh kaum yang betah berlama-lama di depan komputer yang tentu terkait
dengan listrik, tidak akan tinggal diam tentunya bila ternayata kondisi di
lapangan berlawanan. Beragam opini dan komentar pada blog mereka maupun
komunitas blogger miring pasti akan
tersebar bila hal itu terjadi.
Apa yang dilakukan oleh PLN bersama BLOGDetik dengan mengadakan lomba menulis blog bagi para blogger dipandang sebagai langkah berani
untuk melawan korupsi. Hal ini juga memacu para blogger untuk mempromosikan gerakan anti
korupsi. Tidak adakata terlambat untuk meraih, meskipun tidak butuh waktu yang
sebentar. Paling tidak dengan memunculkan ide-ide blogger dalam mendukung PLN Bersih bisa memberi
inspirasi dan penyadaran untuk selalu menjauh dan melwan tindak kotor di
lembaga kita.
Maka dengan mengadakan
lomba ini gaung anti korupsi atau PLN Bersih semakin memasyarakat dan menjangkau banyak
kalangan. Jika hal ini terus dilakukan tentu peran blogger tidak bisa dianggap remeh, dengan
beranggotakan 2,7 juta, apa yang dituliskan para blogger dalam blog-blognya akan menjadi
sebuah opini publik. Sungguh langkah cerdas oleh PLN.
Terus Percaya Diri, Jangan
Lupa Diri !
Kabar yang terbaru tentang
penanggulangan KKN oleh PLN, datangnya dari
Dirut PLN. Pada tanggal 17 Oktober 2013,
sebagaimana yang diberitakan www.tribunnews.com Dirut PLN Nur Pamudji mendapatkan Hatta Awad sebagai
tokoh pemberantas korupsi. Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2013
memberi apresiasi atas upayanya dalam memberantas dan mencegah korupsi di
perusahaan yang dipimpinnya.
BHACA menilai Nur Pamudji
memenuhi kriteria sebagai individu yang tidak korupsi. Nur Pamudji juga secara
sistematis telah melakukan usaha-usaha pemberantasan dan pencegahan korupsi di PLN. Ini terlihat dari program PLN Bersih yang di gagas Nur
Pamudji, yang sudah berjalan di PLNdengan
bertujuan untuk memastikan terciptanya Good Corporate Government khususnya
dalam proses pengadaan barang dan jasa, dan pelayanan publik di PLN. Hal ini
membuktikan bahwa kinerja PLN untuk
membersihkan lembaga dari gratifikasi begitu komitmen dan serius.
Keberhasilan PLN dalam proses pemberantasan ini lantas
jangan sampai membuat PLN lupa diri. Apa
yang diprogramkan tersebut dengan mengkampanyekan PLN bersih merupakan proses
yang akan terus berlanjut. beberapa pengakuan dan prestasi yang diraih tersebut
anggaplah sebagai hadiah kecil yang akan membut semangat PLN semakin menggelora untuk ikut andil dalam
pembenahan penyakit negara kita ini.
Berbagai upaya tindak
lanjut harus terus dilakukan oleh PLN untuk menyempurnakan ide tersebut.
Sehingga PLN yang awalnya memang berfungsi
untuk memberi penerangan dengan menyedian tenaga listik saja, semoga ke depan
bisa menjadi penerang untuk seluruh badan berplat merah lain di negara ini.
Penerang atas kegelapan korupsi dan sogok menyogok. Pastinya blogger sejati akan selalu mendukungmu, PLN! Go go PLN Bersih!
* Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba PLN Bersih 2013 (pada saat saya itu saya poskan di blog lama, taufislow.blogdetik.com)