Dhod Translation
Dhod Translation Menerima Jasa:
1. Penerjemahan Arab - Indonesia
2. Penerjemahan Indonesia - Arab
3. Transkripsi Video/mp3
4. Pembuatan Pidato Bahasa Indonesia
5. Pembuatan Pidato Bahasa Arab
6. Pengetikan Teks Indo/Arab
Silahkan hubungi via wa 085749006393
MENUNGGU SABTU
KONTES
Menunggu
Sabtu
kutatap
sendu
tulisan
bu guru di pojok papan itu
Rabu
ah,
masih kurang tiga pagi
lama
sekali
kertas
ulangan dibagikan
nilai
seratus, sekali kupandang
mataku
terbius pada nama belakang
teringat
dan menangis
siang
beranjak
muram
wajah tak tertahan
berjajar
bersanding pagar
kawan-kawan
dijemput, aku sendirian
lalu
kukayuh
sepeda sekencang-kencangnya
sembari
pejamkan mata sekelebat
berkhayal
saat kubuka
Sabtu
telah tiba
sehingga
sesampai rumah
bisa
kunaiki punggung ayah
setelah
kami berpelukan lama
*Puisi
ini pernah dilombakan di IG Badan sastra, menempati peringkat ke 15 dari
sekitar 1800 karya.
SERATUS HARI TERAKHIR DI PESANTREN (H -89)
PESANTREN PRIBADI
21.40 Sunan Ampel 01 28 Januari 2009
Setelah menjadi saksi
perjuangan merah putih yang hanya berhasil 1 poin melawan Australia. Skor 0 : 0
Seusai mendengar kabar
dari Gus Heru bahwa ‘Pelantikan’ ditunda tanggal 6. Padahal persiapan sudah 60
%.
Sesaat menjelang nguntal ‘CTM’.
Jaga-jaga, maghrib tadi makan telur bareng Sasmita. Isya’nya nyantap sate ayam
bersama mamak. Kuatir gatelnya kumat lagi.
Hingga saat ini aku belum
merasa mampu menulis seprti yang sesuai di angan-anganku. Kemampuanku terasa
belum mengalami peningkatan berarti sejak tulisan pada halamn ini kumulai. Tapi
meski begitu .. Aku tetap yakin nanti, ya nanti, entah kapan? Aku pasti bisa
menulis sesuai yang di angan-anganku tentunya dengan Taufiq dari Allah SWT.
Ketika kau merasakan nikmat dan indahnya sebuah persahabatan. Jangan pernah
terlena, dan selalu ingatlah bahwa ada banyak hal yang lebih indah dari
persahabatan. Karena terkadang dan amat sering terjadi akibat telah merasakan ndahnya persahabatan
akhirnya ia rela mengorbankan segala hal, termasuk hal-hal yang bisa memberikan
sebuah kebahagiaan melebihi persebahatan. Utamanya konsekwen terhadap ajaran
agama yang kita peluk.
Tidak bisa dipungkiri
kalau sekarang hidupku di zaman yang serba membingungkan. Kebingungan itu
muncul setelah adanya kebohongan. Baik dari pribadi sendiri maupun dari luar. Bertindak
sering ragu bukan sekali dua kali saja kualami. Tak lain yak arena kebingungan
diri yang melanda dalam hati, aku pura-pura apa sungguh-sungguh ya melakukan
ini. Aduh.. opo maneh kalau terhadap berita yang datangnya dari orang sedang
padaku nggak ada appersepsi sama sekali. Wow .. keraguan pasti muncul! Bahkan bukan
keraguan, melainkan gak percaya sama sekali. Dan jujur, aku tidak pernah benar-benar
percaya ucapan seseorang yang terbiasa berbohong. Sekalipun ia saudaraku.
-Bahkan akupun sendiri
bingung. Apa tulisanku di atas tidak bohong –
BELAJARLAH DARI
SEKELILINGMU: JANGAN PERNAH BIASAKAN DIRI UNTUK BERBOHONG, KARENA HAL ITU AMAT
SULIT DIHENTIKAN. SULIT SEKALI.
SERATUS HARI TERAKHIR DI PESANTREN (H -90)
PESANTREN PRIBADI
22.05 Sunan
Ampel 01 27 Januari 2009
Dua bungkusan Ji’I, satu mangkok bakso, beragam camilan kering dan buah telah kutelan malam ini. Ditambah CTM semakin menuntutku untuk tidur saja.
Dua bungkusan Ji’I, satu mangkok bakso, beragam camilan kering dan buah telah kutelan malam ini. Ditambah CTM semakin menuntutku untuk tidur saja.
Pagai
yang berlangsung hari ini terasa menyenangkan bagiku. Semangat yang masih menggebu
bisa teraplikasikan langsung saat sekolah, jam kosong nggak ada hari ini. Apalagi
setelah ini Miftah member tugas untukku, tepak sekali! Walaupun biasanya semangat semacam ini hanya
muncul meletup sehari, dua hari tapi aku cukup optimis saat ini sepertinya
semangat ini akan bisa bertahan lebih lama – ya apa lagi alasannya kalau nggak
karena ‘ini adalah momen-momen akhirku di Tambakberas’-. Tak terhitung berapa
sesuatu yang belum kulakukan, berapa banyak PR yang belum kukerjakan. Waktu
sesempit ini amat berharga nilainya. Semoga saja aku benar-benar mengisinya
dengan aktivitas yang bermanfaat dan produktif.
Saat
ini aku beranggapan aku tidak usah/perlu untuk memaksakan diriku untuk lebih
bercorak, lebih rame. Menurutku aku harus tetap mempertahankan tipikal ‘pendiam’ku
karena: karakter untuk bisa membaur kepada macam-macam golongan semakn kuat
berkembang jika kuimbangi dengan tidak banyak omong, tapi banyak tingkah. Jadi
omongan yang kita hadirkan benar-benar bisa diterima enak mukhotob, ‘sedikit
tapi mengena’. Tak perlu aku banyak
berbasa-basi sana sini tapi dalam perlakuan kepada dia ternyata tak sama dan
perilaku kita ternyata jauh dari apa yang menjadi omongan kita.
Aku
beharap, suatu saat nanti ada banyak orang yang punya pola pikir pesantren
seperti pola pikirku. Sehingga nanti aku tidak terlalu sedih ketika harus
melihat BU dari luar. Tanpa mampu berbuat banyak. Karena sudah banyak di Bu
orang yang searah dalam fikiran denganku
OMONGAN
DAN KELAKUAN KITA, HARUSLAH TEPAT SEPERTI TUNTUTAN KEADAAN
OBAT PENYAKIT MAAG COLIDAN, BIKIN ISTRI BEBAS MILIH MAKAN
KELUARGA KONTES
Beberapa bulan yang
lalu, saya memulai mengayuh bahtera rumah tangga bersama istri tercinta.
Karena proses mengenal pranikah yang amat singkat, banyak hal yang kemudian
baru kami saling tahu setelah pernikahan. Mulai kebiasaan, kesukaan, hobi
bahkan juga riwayat penyakit masing-masing dari kami. Selanjutnya kami lantas
berusaha untuk saling menyesuaikan.
Akan tetapi tak lama
muncullah problem yang disebabkan riwayat penyakit istri saya, yaitu maag. Kami
yang sama-sama hobi wisata kuliner seringkali berseberangan pendapat untuk
menentukan tujuan. Hal itu dikarenakan istri tidak menghendaki wisata kuliner
yang bernuansa pedas, khawatir maag nya kambuh. Sedangkan di area kami tinggal
Pasuruan – Malang sedang boomingnya warung makan baru dengan menu
masakan-masakan pedas.
Demi mengobati rasa
penasaran seringkali saya memaksa untuk berangkat kuliner ke area pedas, sedang
istri dengan berat hati menemani namun hanya membeli minuman saja. Berkali-kali
cuma menemani saat ke warung khas pedas, istri saya pun tidak tahan untuk ikut
mencoba Waktu itu istri memesan mie ceker pedas level terendah, saya pun tidak
keberatan. Saya anggap ‘gawe tombo’ (buat obat), wong ya cuma level terendah.
Senang sekali saya waktu itu istri bisa makan bareng juga.
Namun itu tidak bertahan
lama. Sepulangnya di rumah, sekitar 2 jam setelah makan istri saya mengeluh
sakit di perutnya. Saya yang pengantin baru terus terang panik dengan yang
dirasakan istri. Mondar-mandir istri saya, kamar tidur ke kamar mandi. Saya
pun lalu membelikan salah satu obat di toko sebelah rumah. Semalaman istri saya
mengeluh tentang mules di perutnya, menjelang subuh baru tertidur.
Sudah dua kali istri
saya minum obat tadi, tapi perut masih sakit. Kami lalu berencana memerikasakan
ke puskesmas di kecamatan. Sebelum berangkat, ternyata keduluan ibu
silaturrahim ke rumah. Mungkin naluri seorang ibu juga, terasa kalau anaknya
ada amasalah. Ibu lalu tanya kenapa istri kok tampak lemas. “Maag saya kambuh
bu, kemarin habis makan pedas-pedas” jawab istri saya. “Owalah itu lambungnya
minta diobati. Saya juga punya riwayat maag, nduk, tapi sejak rutin
minum Colidan suplemen asam lambung, Alhamdulillah sudah
nggak pernah kumat lagi. Coba, nduk! Colidan untuk sakit maag juga
ampuh” Ibu saya dengan penuh perhatian memberi solusi. Ibu pun lalu menyuruh saya
mengambilkan Colidan di rumah beliau.
Siang itu pun kami tidak
jadi ke Puskesmas, akan tetapi reaksi obat sangat ampuh. Minum Coladin obat
penyakit maag sekali saja, istri saya sudah tidak merasakan sakit di perutnya.
Merasa cocok terhadap Colidan yang juga suplemen asam lambung ini, istri pun
menyuruh saya membelikan sendiri di apotek.
Mengikuti jejak ibu,
istri saya lantas meminum rutin Coladin sebagai suplemen asam lambung.
Kebiasaan tersebut, memberi dampak baik terhadap saya. Lambat laun kualitas
lambung istri saya semakin bagus karena rutin mengkonsumsi Coladin. Istri
akhirnya berani makan apapun, sehingga kami tidak perlu bingung untuk
menentukan tujuan wisata kuliner. Mau masakan manis, asin maupun pedas
berlevel-level kami sikaat. Belakangan untuk menjaga kesehatan lambung, saya
pun juga istiqomah mengkonsumsi Colidan suplemen asam lambung dan obat penyakit
maag ini. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?!
Maka bagi anda baik yang
punya riwayat maag maupun tidak, saya rekomendasi betul untuk mengkonsumsi
rutin Coladin obat penyakit maag dan suplemen asam lambung. So, jika ingin
bebas makan apapun, lambung terjaga kondisinya, Coladin lah solusinya. Obat
penyakit maag terampuh, suplemen asam lambung terbaik. Buktikan!
*Tulisan ini diikutsertakan
pada Blog Contest Sahabat Lambung
Subscribe to:
Comments (Atom)




