Maulid Nabi disini juga
dikenal dengan istilah mulutan atau cowekan. Sebutan yang pertama
karena mempermudah pengucapan, sedang yang kedua dikarenakan tradisi masyarakat
pada saat acara ini membawa nasi berwadah cowek (cobek, wadah terbuat dari
tanah).
Bahkan menurut orang-orang tua, pada saat mereka masih kecil dulu saat malam maulid masyarakat dari sekitar Bangil berbondong-bondong ke alun-alun untuk bersantai. Semacam liburan bersama keluarga. Tapi untuk saat ini, semenjak saya kecil di kota ini pada saat bulan mulud ada pasar malam hiburan untuk anak-anak. Menjadi makanan khas pada pasar malam spesial mulud ini adalah: gula kacang, bipang dan juga koya. Snack itulah yang biasanya juga ditambahkan pada berkat maulid nabi.
Sebagaimana tradisi di
kota saya Bangil, peringatan Maulid Nabi diperingati tidak hanya di masjid
saja. Di musholla-musholla, lembaga sekolah maupun TPQ, bahkan pribadi juga
mengadakan peringatan kecintaan pada nabi juga. Begitu juga TPQ Baitus Salim
yang didirikan orang tua saya tahun 1992 ini.
Sejak kecil, saat saya masih
menjadi murid TPQ sudah menjadi rutinitas tahunan TPQ ini untuk mengadakan
Peringatan Malid Nabi. Setiap anak membawa berkat/cowek kemudian di
taruh dan saat pulang dibagi secara acak. Namun berkembangnya zaman, perinagtan
maulid di TPQ semakin meriah juga. Sejak sekitar 5 tahunan yang lalu
diperingati menggunakan terop dan kursi serta mengundang para wali santri. para
alumni yang masih peduli juga datang.
Berikut akan saya
tampilkan hasil jepetran pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ceramah agama disampaikan oleh Ustdzah Salamh dari Kalianyar Bangil.
Jepretan kamera baru ibu saya, Samsung DV150 f yang saya beli di Photo Pantai
Malang seharga 1.420.000 rupiah, yang hampir hilang karena memorinya banyak
virus. heheh
Insan Cinta Sholawat (Grup Banjari Dzibaiyyah Putra) membawakan Maulid Diba'
Master Of Ceremony, Bu Leli
Santri-Santri Berprestasi TPQ Baitus Salim
Sambutan Pengasuh TPQ BS, Ibu Jundiyah
Santri-Santri Putra TPQ Baitus Salim
Santri-Santri Putri TPQ Baitus Salim
Para Wali Santri TPQ Baitus Salim
Ceramah Agama Oleh Ustadzah Salamah
Penampilan Grup Dzibaiyyah Putri
Undorcover Setelah Acara
Acara yang dilaksanakan
pada hari Sabtu 25 Januari 2014 alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar. Meskipun
hujan tak henti turun pada siang dan sore hari, namun saat masuk maghrib hujan
reda sama sekali. Disamping itu tepatnya jadual serta komunikatifnya pembicara
melengkapi penyelanggaraan acara ini. sayangnya meski berseragam, para guru TPQ
lupa tidak foto bersama pasca acara.
Dukungan banyak pihaklah yang menjadi faktor kunci suksesnya acara ini, baik dari guru-guru, walisantri, tetangga, dulur-dulur, donatur juga santri sendiri. Semoga ke depan acara serupa bisa terus diadakan dan lebih barokah, meriah dan bermanfaat. Amiin
Dukungan banyak pihaklah yang menjadi faktor kunci suksesnya acara ini, baik dari guru-guru, walisantri, tetangga, dulur-dulur, donatur juga santri sendiri. Semoga ke depan acara serupa bisa terus diadakan dan lebih barokah, meriah dan bermanfaat. Amiin