BASMALAH HARAPAN

bismillahirrahmanirrahim .
kumulai dengan menyebut nama-Mu,
kumohon jadikan hamba-Mu ini untuk selalu mengingat-Mu hingga kuakhiri nanti,

Engkau yang kusebut di awal tapi (biasanya) kulupakan di akhir.
Allahu Rabbi, Penguasa Seluruh Jagad Raya


Diantara waktu yang membahagiakan dalam hidup saya adalah tatkala memulai kebaikan-kebaikan baru yang sesuai selera. Saya akan mengalami kebahagiaan melebihi kebahagiaan biasanya pada saat ‘memulai proses’ tersebut. Sungguh. Melebihi kebahagiaan saat mendapatkan hasil bahagia di akhir perjuangan.

Tidak terukur kebahagiaan yang saya rasakan pada saat saya memulai ikut kegiatan rutinan ritual keagamaan di masyarakat. Berangkat lebih dahulu, menjemput saudara-saudara yang satu jalur dngan lokasi. Begitupun rona gembira yang memancar saat kuliah S2 September tahun lalu. Buku-buku, laptop dan perlatan yang sangat ribet dengan senang saya bawa melewati pejalanan PP sepanjang 120 km tersebut. Semua dengan senang hati.

Pada saat ini pun berulang. Saya merasakan kebahagiaan yang tak terkira bisa memulai menulis di blog ini. Meskipun ada banyak hiburan di sosmed yang menggoda saya, maupun pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, saya tetap bahagia didepan laptop dengan tampilan word.

Seperti biasanya, saya tidak menarget berat pada kelanjutan blog ini. Harapan saya, paling tidak seminggu sekali ada tulisan yang saya posting. http://slowtaufiq.blogspot.com/ bukanlah blog pertama saya, saya sudah punya www.taufiqslow.com dan http://taufislow.blogdetik.com/ sebelumnya. Namun karena blog yang pertama sudah saya fokuskan pada topik tentang pendidikan bahasa arab, dan yang kedua gerak langkahnya kurang bebas maka saya pun buat blog ini. 

Semoga saja, blog ini nanti bisa menjadi media melancarkan skill menulis saya. Sebuah skill yang saya harapkan bisa terus saya asah, bekerja apapun nanti. Saya tidak akan membatasi topik tulisan apa yang saya posting disini. Juga gaya penulisan, resmi atau akrab ala blogger tak jadi soal. Mengalir saja, asal tidak copy paste. 

Terakhir, tak ada saat yang paling mengecewakan bagi saya, melebihi waktu saya harus berhenti berproses. Kemalasan, ketidakistiqomahan serta kekuranglihaian membagi waktu menjadi virus yang berpadu menghambat proses-proses positif saya. Berhentinya proses saya dalam falak serta usaha belajar usaha tidak menular pada upaya istiqomah menulis ini. Syukur-syukur keistiqomahan menulis bisa saya aplikasikan, lantas kemudian menarik keistiqomahan pada hal lain, seperti sholat sunnah, mengaji dan dzikir. Semoga saja.

Share this

Related Posts

First